Tuesday, 22 September 2026
Kab. Takalar Login
Logo

KEMENAG TAKALAR

Portal Berita Resmi

Berita Terbaru

Lihat Semua
Thumbnail Pendidikan Islam

Pemkab Takalar Dan Kemenag Matangkan Festival Pondok Pesantren Sambut Hari Santri 2026

Takalar (Kemenag Takalar) – Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar menggelar rapat pemantapan pelaksanaan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar sekaligus persiapan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026, Rabu 16 September 2026. Rapat tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar, Kementerian Agama Kabupaten Takalar, serta seluruh pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Takalar. Pertemuan membahas berbagai persiapan teknis dan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. Festival Pondok Pesantren yang akan digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar tersebut merupakan inisiatif Bupati Takalar sebagai bentuk perhatian terhadap keberadaan dan potensi pondok pesantren serta para santri di Kabupaten Takalar. Berbagai kegiatan dan lomba akan menjadi bagian dari festival tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, serta bakat yang selama ini berkembang di lingkungan pondok pesantren. Bupati Takalar berharap Festival Pondok Pesantren dapat menjadi momentum untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta santri yang selama ini tersimpan di balik dinding pondok pesantren. Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Takalar yang juga menjabat sebagai Plh. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) dalam arahannya meminta seluruh pimpinan pondok pesantren untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian Festival Pondok Pesantren. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara panitia, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh pondok pesantren agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib, meriah, serta memberikan ruang yang luas bagi santri untuk menunjukkan potensi mereka. Menurutnya, Festival Pondok Pesantren bukan sekadar kegiatan perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpesantren sekaligus memberikan kesempatan kepada santri untuk tampil dan berkontribusi dalam berbagai bidang. Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah awal pemantapan pelaksanaan Festival Pondok Pesantren yang akan digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Takalar.

Thumbnail Sekretariat dan umum

ASN Kemenag Takalar Heningkan Doa Untuk Tiga ASN Korban Penembakan Di Papua

Takalar (Kemenag Takalar) — Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar mengheningkan doa untuk tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melaksanakan tugas, Senin 14 September 2026. Doa bersama tersebut dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, Solihin, dalam apel kerja ASN yang berlangsung di halaman Kantor Kemenag Takalar. Dalam kesempatan tersebut, Solihin mengajak seluruh ASN untuk sejenak menundukkan kepala dan mendoakan ketiga korban yang gugur saat menjalankan tugas negara. “Atas nama keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Takalar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga ASN yang menjadi korban penembakan saat sedang melaksanakan tugas. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Solihin. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas peristiwa kekerasan yang menimpa para ASN tersebut. Menurutnya, setiap aparatur yang menjalankan tugas di lapangan memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan dan melaksanakan program pemerintah bagi masyarakat. “Semoga peristiwa ini menjadi perhatian kita semua dan tidak terulang kembali. Kita berharap seluruh aparatur yang bertugas di mana pun berada senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah,” tambahnya. Kronologi Penembakan. Peristiwa penembakan terhadap rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya terjadi di wilayah Distrik Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, rombongan yang terdiri atas 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sebelumnya bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama. Rombongan tersebut diketahui hendak meninjau pelaksanaan program cetak sawah yang sedang berlangsung di wilayah tersebut. Saat dalam perjalanan, rombongan diduga diserang oleh KKB yang melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang ditumpangi para pegawai. Akibat penembakan tersebut, tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya terkena tembakan dan meninggal dunia. Ketiga korban masing-masing berinisial WB (24), AR (49), dan AAM (35). Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam, khususnya bagi keluarga korban serta rekan-rekan sesama aparatur yang selama ini bersama-sama menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Melalui momentum apel kerja tersebut, keluarga besar Kemenag Takalar berharap doa yang dipanjatkan menjadi bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap para ASN yang gugur ketika menjalankan amanah tugas. Kemenag Takalar juga mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga semangat pengabdian, sekaligus mendoakan agar seluruh aparatur negara yang bertugas di daerah rawan senantiasa diberikan keselamatan dan perlindungan oleh Allah SWT

Thumbnail Madrasah

Kemenag Takalar Perkuat Koordinasi Guru Madrasah Ibtidaiyah , Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Takalar (Kemenag Takalar) – Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar menggelar rapat koordinasi bersama para Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta guru PNS dan non-PNS, Kamis 10 September 2026. Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai persoalan yang dihadapi madrasah, khususnya dalam proses pembelajaran. Selain itu, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan membicarakan berbagai langkah serta upaya yang dapat dilakukan guru dan tenaga pendidik dalam menciptakan generasi masa depan bangsa yang berkualitas. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Takalar, Mohammad Yahya, dalam arahannya menyampaikan bahwa madrasah bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga merupakan wadah pengabdian sekaligus tempat bagi guru menjalankan profesinya untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Karena itu, mari kita jalankan profesi ini dengan penuh tanggung jawab. Kalau kita ingin mendapatkan hasil yang baik, maka pengabdian dan pekerjaan kita di madrasah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujar Mohammad Yahya. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan di madrasah. Karena itu, peningkatan kompetensi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman harus terus dilakukan. “Guru jangan hanya hadir untuk mengajar, tetapi harus mampu mendidik, membimbing dan memberikan keteladanan kepada peserta didik. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa generasi yang kita lahirkan di masa yang akan datang,” lanjutnya. Dalam rapat koordinasi tersebut juga dilakukan pemilihan pengurus inti Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah 2026. Pemilihan menghasilkan tiga pengurus inti, masing-masing Tamriansyah, guru MIN 1 Takalar, sebagai Ketua; Firman, guru MIN 2 Takalar, sebagai wakil ketua, Gatot Sulistyoadi sebagai Sekretaris; dan Murniati guru Mis Tarbiyah Palleko, sebagai Bendahara. Mohammad Yahya berharap pengurus KKG yang telah terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru MI. “KKG harus menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, menyelesaikan persoalan pembelajaran, dan meningkatkan kualitas guru. Jangan hanya sebatas organisasi, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat bagi guru dan madrasah,” pesannya. Ia juga mengajak seluruh guru MI di Kabupaten Takalar untuk terus membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah. “Kalau guru kuat, kompeten dan memiliki komitmen, insyaallah madrasah juga akan semakin maju dan mampu melahirkan peserta didik yang berkualitas,” tutupnya.

Thumbnail Madrasah

Mohammad Yahya Pantau OMI Takalar, Berharap Lahir Lebih Banyak Wakil Ke Tingkat Provinsi

Takalar, ( Kemenang Takalar )...Kepala Seksi Pendidikan Pendidikan Kementerian Agama Kabupaten Takalar, Mohammad Yahya, memantau langsung pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Takalar di MA Pesantren Al-Qamar Bajeng, Senin (7/9/2026). Dalam pantauannya, Mohammad Yahya memastikan pelaksanaan OMI berjalan dengan baik dan para peserta dapat mengikuti setiap tahapan perlombaan dengan tertib. Ia juga memantau kesiapan panitia dan sarana pendukung pelaksanaan olimpiade. Menurutnya, OMI bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kemampuan akademik peserta didik madrasah. “OMI ini menjadi ruang bagi anak-anak madrasah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Yang terpenting adalah mengikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh semangat,” ujar Mohammad Yahya. Ia berharap pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Takalar tahun ini dapat melahirkan lebih banyak peserta terbaik yang nantinya mampu mewakili Takalar pada OMI tingkat provinsi. “Kita berharap tahun ini semakin banyak wakil Takalar yang bisa lolos dan tampil di tingkat provinsi. Karena itu, saya berharap seluruh peserta memberikan kemampuan terbaiknya,” harapnya. Pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Takalar diikuti sebanyak 473 peserta dari tiga jenjang madrasah, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Kegiatan OMI tingkat Kabupaten Takalar berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026, dengan MA Pesantren Al-Qamar Bajeng sebagai salah satu lokasi pelaksanaan.

Thumbnail Madrasah

OMI Tingkat Kabupaten Takalar Resmi Dibuka, 473 Peserta Ikuti Kompetisi Selama Tiga Hari

Takalar (Humas Kemenag) — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Takalar resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, H. Solihin, di MA Pesantren Al-Qamar Bajeng Senin 7september 2026. Pembukaan OMI tingkat Kabupaten Takalar tersebut menjadi momentum bagi peserta didik madrasah untuk menunjukkan kemampuan, potensi, serta semangat berprestasi dalam bidang akademik. Sebanyak 473 peserta dari tiga jenjang madrasah, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), ambil bagian dalam pelaksanaan OMI tingkat kabupaten tersebut. Dalam arahannya, H. Solihin menyampaikan bahwa OMI tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun karakter kompetitif yang sehat. Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan kompetisi dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman berharga untuk terus meningkatkan kemampuan. “Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak kita mampu mengikuti kompetisi dengan penuh semangat, percaya diri, jujur dan sportif. Jadikan OMI sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman,” pesan Solihin. Menurutnya, prestasi peserta didik merupakan bagian penting dalam mengangkat citra dan mutu madrasah. Karena itu, ia berharap para peserta dapat memberikan kemampuan terbaiknya dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap tahapan perlombaan. Pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Takalar berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026. Pada hari pertama, Senin (7/9), pelaksanaan kompetisi berlangsung dalam empat sesi. Hari kedua, Selasa (8/9), dilaksanakan dalam tiga sesi, sementara hari ketiga, Rabu (9/9), berlangsung dalam dua sesi. Dengan jumlah peserta yang mencapai 473 orang, pelaksanaan OMI diharapkan dapat menjadi wadah untuk memetakan sekaligus mengembangkan potensi akademik peserta didik madrasah di Kabupaten Takalar. Kementerian Agama Kabupaten Takalar juga berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, disiplin dan semangat berkompetisi secara sehat. OMI tingkat Kabupaten Takalar selanjutnya akan menjadi bagian dari tahapan seleksi untuk menjaring peserta terbaik yang berpotensi mewakili Kabupaten Takalar pada jenjang kompetisi berikutnya.

Thumbnail Madrasah

Kakan Kemenag Takalar Solihin Hadiri Pembukaan KPMP Sulsel 2026 Di Cadika Limbung

Gowa, ( Kemenang Takalar ) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, Solihin, menghadiri pembukaan Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Bumi Perkemahan H. M. Cadika Limbung, Kabupaten Gowa, Rabu (2/9/2026). Solihin hadir didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Takalar, Mohammad Yahya. Keduanya bersama jajaran Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan turut menyaksikan pembukaan kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari madrasah se-Sulsel. Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Prof. Farid F. Saenong, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membuka secara resmi KPMP Sulsel 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, 2–5 September 2026. Dalam sambutannya, Prof. Farid F. Saenong menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan madrasah menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter, kemandirian, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan tiga nilai dalam membentuk generasi bangsa, yakni nilai keagamaan, nilai lokal, dan nilai global. “Nilai keagamaan harus kuat dimiliki oleh generasi muda. Namun, nilai keagamaan tersebut perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai lokal dan nilai global,” ujarnya. Menurutnya, generasi muda madrasah tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus memiliki karakter dan nilai moral yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Bidang Pendidikan Madrasah, panitia provinsi dan Kabupaten Gowa, para pembina, pendamping, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan dan menyukseskan pelaksanaan KPMP 2026. Menurut Ali Yafid, kemah Pramuka tidak sekadar menjadi kegiatan berkumpul di alam terbuka, mendirikan tenda, maupun mengikuti berbagai perlombaan. Lebih dari itu, KPMP menjadi ruang pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kuat, mandiri, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki rasa kebangsaan yang tinggi. Ia menyebutkan, KPMP Sulsel 2026 diikuti sebanyak 2.389 peserta, terdiri atas 1.089 Pramuka Penggalang dan 1.300 Pramuka Penegak yang berasal dari madrasah se-Sulawesi Selatan. Pembukaan KPMP 2026 turut dihadiri Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Wakil Bupati Gowa, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, jajaran pejabat Kanwil Kemenag Sulsel, para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulsel, serta para pembina, pendamping dan tamu undangan. Kehadiran Kakan Kemenag Takalar bersama Kasi Pendidikan Madrasah pada pembukaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan karakter peserta didik madrasah melalui kegiatan kepramukaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan antarmadrasah se-Sulawesi Selatan

Galeri Video Dokumentasi

Belum ada video dokumentasi yang diunggah.