Madrasah
Kemenag Takalar Perkuat Koordinasi Guru Madrasah Ibtidaiyah , Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran
22 September 2026, 13:29 WITA
Kontributor: D'tola
2 Dilihat
Takalar (Kemenag Takalar) – Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar menggelar rapat koordinasi bersama para Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta guru PNS dan non-PNS, Kamis 10 September 2026.
Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai persoalan yang dihadapi madrasah, khususnya dalam proses pembelajaran. Selain itu, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan membicarakan berbagai langkah serta upaya yang dapat dilakukan guru dan tenaga pendidik dalam menciptakan generasi masa depan bangsa yang berkualitas.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Takalar, Mohammad Yahya, dalam arahannya menyampaikan bahwa madrasah bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga merupakan wadah pengabdian sekaligus tempat bagi guru menjalankan profesinya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Karena itu, mari kita jalankan profesi ini dengan penuh tanggung jawab. Kalau kita ingin mendapatkan hasil yang baik, maka pengabdian dan pekerjaan kita di madrasah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujar Mohammad Yahya.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan di madrasah. Karena itu, peningkatan kompetensi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman harus terus dilakukan.
“Guru jangan hanya hadir untuk mengajar, tetapi harus mampu mendidik, membimbing dan memberikan keteladanan kepada peserta didik. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa generasi yang kita lahirkan di masa yang akan datang,” lanjutnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga dilakukan pemilihan pengurus inti Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah 2026.
Pemilihan menghasilkan tiga pengurus inti, masing-masing Tamriansyah, guru MIN 1 Takalar, sebagai Ketua; Firman, guru MIN 2 Takalar, sebagai wakil ketua, Gatot Sulistyoadi sebagai Sekretaris; dan Murniati guru Mis Tarbiyah Palleko, sebagai Bendahara.
Mohammad Yahya berharap pengurus KKG yang telah terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru MI.
“KKG harus menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, menyelesaikan persoalan pembelajaran, dan meningkatkan kualitas guru. Jangan hanya sebatas organisasi, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat bagi guru dan madrasah,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh guru MI di Kabupaten Takalar untuk terus membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
“Kalau guru kuat, kompeten dan memiliki komitmen, insyaallah madrasah juga akan semakin maju dan mampu melahirkan peserta didik yang berkualitas,” tutupnya.
Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai persoalan yang dihadapi madrasah, khususnya dalam proses pembelajaran. Selain itu, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan membicarakan berbagai langkah serta upaya yang dapat dilakukan guru dan tenaga pendidik dalam menciptakan generasi masa depan bangsa yang berkualitas.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Takalar, Mohammad Yahya, dalam arahannya menyampaikan bahwa madrasah bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga merupakan wadah pengabdian sekaligus tempat bagi guru menjalankan profesinya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Karena itu, mari kita jalankan profesi ini dengan penuh tanggung jawab. Kalau kita ingin mendapatkan hasil yang baik, maka pengabdian dan pekerjaan kita di madrasah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujar Mohammad Yahya.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan di madrasah. Karena itu, peningkatan kompetensi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman harus terus dilakukan.
“Guru jangan hanya hadir untuk mengajar, tetapi harus mampu mendidik, membimbing dan memberikan keteladanan kepada peserta didik. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa generasi yang kita lahirkan di masa yang akan datang,” lanjutnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga dilakukan pemilihan pengurus inti Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah 2026.
Pemilihan menghasilkan tiga pengurus inti, masing-masing Tamriansyah, guru MIN 1 Takalar, sebagai Ketua; Firman, guru MIN 2 Takalar, sebagai wakil ketua, Gatot Sulistyoadi sebagai Sekretaris; dan Murniati guru Mis Tarbiyah Palleko, sebagai Bendahara.
Mohammad Yahya berharap pengurus KKG yang telah terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru MI.
“KKG harus menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, menyelesaikan persoalan pembelajaran, dan meningkatkan kualitas guru. Jangan hanya sebatas organisasi, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat bagi guru dan madrasah,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh guru MI di Kabupaten Takalar untuk terus membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
“Kalau guru kuat, kompeten dan memiliki komitmen, insyaallah madrasah juga akan semakin maju dan mampu melahirkan peserta didik yang berkualitas,” tutupnya.
Bagikan Berita Ini: